Minggu, 12 Mei 2013

Rindu Bapak



Malam ini saat rangkaian kata kata ini berbaris indah di kertas word. Aku meneteskan air mata. Malam ini mata ini tak dapat terpejam. Padahal badan ku jelas pegal – pegal sepulang dari jalan tadi sore. Dan kehujanan ketika pulang. Itu sudah menandakan fisik ini pasti lelah. Namun ntah kena mata ini tak mau terpejam. Jari ini asik saja mengklik klik folder di dalam laptopku. Jariku mengarah ke folder HOME SWEET HOME dan mengkliknya. Pertama aku hanya menemukan foto – foto adikku dan aku setahun yang lalu. Sebelum aku meninggalkan rumah ku. Sebelum aku menjejakkan kakiku di bumi gudeg ini. Ketika sampai dislide foto yangku edit. Ntah kenapa jari ini berhenti, menatap lama foto itu. Jujur, aku sangat rindu sekali dengan rumah dan keluargaku. Aku sangat ingani memeluk keluargaku saat ini juga. Aku sangat merindukan mereka. Kapan aku bisa dirumah lagi ?????????????????

            Slide beralih lagi dan berhenti difoto bapak. Beberapa hari yang lalu ulang tahun bapak yang ke -45. Dan aku sekarang 20 th. 5 tahun lagi bapak 50th. Dan aku 25th. Dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi 5th lagi. Sosok inilah yang membuat aku sangat merindukan rumah. Sosok yang selalu memarahiku, yang selalu memahami aku, selama 20th aku hidup didunia ini. Bapak lebih banyak berperan dalam hidupku. Aku bersyukur dididik untuk tidak cengeng. Namun , aku masih saja cengeng. Aku bersyukur dididik untuk tak banyak menuntut. Meski kadang banyak keinginanku yang terabaikan. Aku bersyukur dididik seperti ini, dididik selama hampir 10th oleh seorang Bapak. Meskipun dulu aku pernah berucap agar aku pergi dan menghilang dari rumah itu agar bapak tak selalu darah tinggi jika melihatku. Itu ucapan saat aku masih SMA dulu. Karena memang aku keras kepala. Dan bapak sering mengatakan itu. Aku kangen ketika bapak mengusap kepalaku ketika aku sedang duduk menonton Tv, dan beliau mengatakan “ mbak ni orangnya keras kepala, susah diatur. “ aku sangat merindukan saat aku dan bapak duduk berdua sore – sore menonton drama korea The Great Queen Seondeok, saat satu rumah berkumpul diruang kelurga untuk nonton MotoGP bareng dan taruhan, siapa kalah harus buat kopi ataupun teh. Ahhhh,, aku rindu semua itu. Dan itu sudah 1 tahun berlalu.
*backsound waktu aku mengetik ini [ Baek Chu Kang ~ Father ]
Sukses membuatku menangis sejadi- jadinya.
Ya ALLAH. Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Itu masih menjadi rahasia bagiku. Hanya 1 yang ku inginkan. Panjangkanlah umur orang tuaku, berikan mereka kesehatan. Agar mereka bisa melihatku sukses, dan aku bisa membahagiakan mereka.
Aammiinn....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar